Mengenal kompressor dan komponen jaringan freon pada kulkas

 

Kompresor yang dipakai pada mesin pendingin seperti kulkas, showcase, freezer adalah kompresor jenis reciprocating, adapun karena pemasangannya didalam casing yang tertutup maka kompresor ini juga disebut hermetic compressor, hermetic artinya terbungkus dengan seal.
Bagian-bagian pada compressor kulkas serta komponen penunjang nya diperlihatkan pada gambar dibawah ini:




Mari kita simak bagian bagian bertanda alpahabet pada gambar diatas:
  1. Thermostat (A), Thermostat memiliki banyak sebutan antara lain temperatur kontrol dan cool control. Apapun sebutannya, thermostat berfungsi mengatur kerja kompresor secara otomatis bedasarkan setting suhu pada setiap bagian kulkas. Bisa dikatakan, thermostat adalah saklar otomatis berdasarkan pengaturan suhu. Jika suhu evaperator sesuai dengan pengatur suhu thermostat, secara otomatis thermostat akan memutuskan listrik ke kompresor.
  2. Terminal (B), bagian ini adalah bagian yang menghubungkan arus listrik dari sumber listrik ke motor kompressor, terminal ini posisinya di las ke bodi casing, pada umumnya semua kulkas memiliki 3 buah pin pada terminal ini, masing –masing pin memiliki fungsi tersendiri jadi pada saat penyambungan dengan kabel power tidak boleh tertukar, jika tertukar bisa mengakibatkan kerusakan pada gulungan atau menyebabkan putaran motor jadi terbalik. Lebih detail penjelasan tentang pin power ini simak dalam artikel “cara mengatasi gangguan pada kompressor kulkas”
  3. Komponen hermetic (C), didalam casing terdapat  komponen hermetic yang terdiri dari material mekanik yaitu silinder, piston, rod koneksi, discharge valve dan suction valve. Serta material listrik yaitu stator dan rotor, stator pada kompresor kulkas dibangun oleh 2 macam lilitan yaitu lilitan Start dan lilitan Run, kabel yang membangun lilitan start ukurannya lebih kecil dibanding dengan kabel yang membangun lilitan Run.
  4. Suction line( D), ciri-cirinya memiliki ukuran tubing lebih besar dari tubing bagian discharge,  terletak pada sisi tekanan rendah (low pressure) dan jika kompresor dibalik maka dari  tubing suction ini  oli bisa keluar.
  5. Discharge line (E),  ciri-cirinya ukuran tubing lebih kecil daripada tubing pada suction line letaknya pada sisi tekanan tinggi (high pressure line) tersambung ke bagian condenser, oli tidak akan keluar pada saat compressor posisinya dibalik.
  6. Filter-Drier, (F), adalah perangkat yang berfungsi sebagai penyaring segala kotoran agar tidak lolos ke expansion valve serta berfungsi juga sebagai pengering yang dapat mencegah lolosnya freon yang lembab ke dalam compressor, freon yang lembab dapat mengakibatkan kerusakan pada compressor, adapun sistim pengeringan terjadi karena didalam dryer terdapat material penyerap kelembaban seperti, silica alumina atau silikat synthetic.
  7. Pipa kapiler (G), pipa dengan diameter kecil ini berfungsi sebagai pengatur aliran freon ke condenser, keluar dari alat ini tekanan Freon akan menurun drastis sehingga menyebabkan penurunan temperature yang drastis pula, pipa kapiler  bisa dikatakan bekerja sebagaimana halnya expansion valve hanya saja flow yang mengalir melalui pipa kapiler konstan.
  8. Proses line (H), letaknya pada sisi tekanan rendah gunanya sebagai saluran pengisian freon, proses line ini juga dapat digunakan sebagai saluran suction.
  9. Casing atau Dome (J), bagian ini adalah bagian yang membungkus komponen kompressor seperti silinder, rotor, stator, piston, dan valve. Biasanya bila hendak memperbaiki compressor casing ini harus dibelah. Pembelahan dianjurkan menggunakan mesin gerinda dan tidak boleh memakai api las, karena api yang terkalu panas dapat menyebabkan kerusakan pada gulungan stator.

Cara memeriksa gangguan pada kompressor kulkas

Dalam sebuah sistem pendingin seperti AC, Kulkas, Freezer, Chiller, Show case dan lain-lain, kompresor adalah sebuah komponen vital yang berfungsi mensirkulasikan Gas Refrigerant (Freon). Jika kompresor mengalami gangguan atau mengalami kerusakan, pada umumnya pemilik kulkas enggan untuk mengganti kompresor dengan yang baru, mengingat harga kompresor di pasaran memang cukup tinggi, harga kompresor kulkas 1 pintu saja bisa dibandrol tidak terpaut jauh dengan harga beli kulkas bekas yang masih layak pakai. Namun sebenarnya ada beberapa jenis kerusakan kompresor yang masih bisa diperbaiki tanpa harus menggantinya secara keseluruhan, contoh kerusakan yang masih bisa diperbaiki diantaranya; kerusakan gulungan elektro motor dan kerusakan mekanis seperti piston dan valve, hanya saja agak sulit untuk menemukan bengkel yang bersedia menerima order perbaikan seperti ini. Alasan lain bengkel tidak mau menerima order reparasi compressor yaitu; untuk kompresor ukuran kecil spare partnya tidak ada yang baru dipasaran, melainkan  harus dicari di pasar loak, kemudian pengerjaannya juga sulit karena kompresor harus dibelah sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam perbaikan.

Berikut ini adalah tips untuk memeriksa kompresor yang mengalami gangguan, sebelum kita membawanya ke bengkel kulkas, alat yang diperlukan adalah obeng, AVO meter dan tang amphere, silahkan ikuti cara-caranya;
–      Dalam keadaan kulkas mati ukurlah tahanan atau besarnya Ohm antara pin pada terminal, body dan grounding. Pertama tempelkan probe AVO meter  yang satu ke bagian body kompresor yang terbuka yang tidak ada catnya, dan probe yang satu nya lagi tempelkan ke lantai tempat dimana kompresor diletakkan, kalau hasil pengukuran menunjukkan “Ohm tak terhingga” atau nilai Ohm yang sangat besar hingga mega Ohm berarti isolasi compressor masih dalam keadaan baik, tidak ada bagian yang terkelupas atau short, sebaliknya kalau diperoleh nilai Ohm yang kecil bahkan hanya nol Ohm berarti ada kerusakan pada bagian isolasi dinding hermetic yang harus diperbaiki.
–      Masih dalam keadaan kabel power kulkas tidak dicolokkan ke sumber listrik kita akan melakukan pengukuran di tiga pin yang terpatri pada body kompresor, lihat gambar pin pada gambar skema rangkaian listrik pada kulkas download disini Dengan kondisi AVO meter yang disetel pada skala Ohm, ukur tahanan antara pin C dengan pin R, tempelkan satu probe AVO meter pada pin C dan satu probe lainnya pada pin R hasilnya harus menunjukkan antara 3 Ohm  sampai 5 Ohm, lalu ukur tahanan antara pin C dengan pin S, tempelkan satu probe AVO meter pada pin C dan satu probe lainnya pada pin S, hasilnya harus menunjukkan nilai 15 Ohm sampai dengan 20 Ohm, jika ternyata hasilnya nol Ohm berarti ada bagian kumparan motor yang short/ konslet sebaliknya kalau hasilnya menunjukkan nilai maksimum berarti ada bagian gulungan motor yang putus, untuk memperbaiki kerusakan inilah diperlukan bengkel yang bisa membuat gulungan kumparan motor yang baru.
Dalam gambar dibawah ini disebutkan nilai tahanan antar pin C-S-R bagi kompresor yang masih dalam keadaan baik


Bila hasil pemeriksaan CSR pada langkah diatas tidak menemukan adanya keganjilan maka lanjutkan dengan memeriksa kondisi compressor pada saat diberi sumber listrik. Colokan kompresor ke sumber listrik lalu pergunakan tang amphere untuk mengukur besarnya arus listrik yang dikonsumsi kompresor, perhatikan gambar dibawah untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan tang amphere, alat ini memiliki bagian seperti gelang yang harus di kalungkan pada kabel yang mau diukur, oleh karena itu alat ini disebut Clamp amphere, cara mengalungkannya bukan pada kedua kabel melainkan hanya pada satu kabel saja, oleh karena itu kabel power kulkasnya harus dipisahkan dulu, dengan cara ini maka nilai arus yang dikonsumsi oleh kompresor kulkas dapat terukur, adapun untuk mengetahui bagus tidaknya hasil pengukuran kita harus mengetahui spesifikasi dari kompresor yang akan diukur, biasanya informasi ini ada pada label yang ditempelkan di body kompresor. Misalnya pada label itu tertulis “current:1,2 Amp” maka hasil pengukuran harus menunjukkan nilai amphere yang sama atau lebih kecil dari nilai 1,2 Amphere, jika ternyata lebih besar berarti ada gangguan pada kompresor misalnya piston nya macet , gulungan motor konslet atau isolasi antara gulungan dengan body kompresor ada yang  terkelupas.

Tang amphere
Setelah mengetahui bagaimana cara mendeteksi gangguan pada kulkas, akan sangat berfaedah bila di ikuti dengan usaha untuk memperbaiki sendiri kerusakan yang berhasil dilacak.  Salah satu kerusakan yang sering terjadi biasanya berhubungan dengan mesin kompressornya, 

Cara mengatasi kompresor kulkas yang macet


Sebagaimana kita ketahui bahwa kompresor kulkas terdiri atas dua bagian yaitu bagian kelistrikan dan bagian mekanikal. Setelah kita mengetahui beberapa penyakit kulkas dari segi  kelistrikannya yang dimuat dalam artikel  berjudul : “Cara memeriksa kompresor kulkas” kali ini saya akan membahas  penyakit kompresor dari sisi mekanikalnya. Mari kita  simak dulu bagan mekanikal kompresor kulkas ya ng ditunjukan pada gambar dibawah ini:

Keterangan Gambar :
A-Kepala silinder
B-Line Masuk
C-Line keluar
D-Valve keluar
E-Piston
F-Batang penghubung
G-Crank shaft
H-Valve masuk
Cara kerja kompresor tersebut adalah sebagai berikut;
Crank shaft yaitu komponen yang menghubungkan motor dengan bagian pengompres,  jadi  crank shaft (G) di satu sisinya mengikat  pada shaft rotor daripada motor dan bagian  yang satunya mengikat pada pully daripada batang penghubung (F), crank shaft ini didesain sedemikian rupa sehingga ketika motor bergerak memutar maka batang penghubung akan bergerak naik turun, pergerakan batang penghubung menyebabkan piston (E) didalam silinder (J) ikut bergerak, piston yang penempatannya memenuhi bagian silinder memiliki dua muka, muka yang satu yaitu yang terhubung ke batang penghubung (1), sedang muka yang satunya ada di bagian dalam silinder yang terisolasi (2), keadaan terisolasi ini menyebabkan efek vakum atau menyedot ketika piston bergerak kebawah, oleh karena itu pada saat piston bergerak kebawah  udara atau freon akan masuk melalui line masuk (B) sebaliknya ketika piston bergerak ke atas akan terjadi proses kompresi atau penaikan tekanan dan udara atau freon  yang bertekanan akan keluar melalui line keluar(C). Untuk menjaga terjadinya tekanan balik pada sisi masuk dan sisi keluar ditempatkan masing masing sebuah valve, valve pada sisi masuk (B) akan membuka pada saat proses vakum, sedang valve keluar (D) akan membuka pada saat proses kompresi.
Dari penjelasan tersebut diatas dapat kita duga bahwa,  penyakit yang lebih sering menjadi pemicu kerusakan kompresor dari sisi mekanikal adalah, kompresor yang tidak mampu bergerak, hal ini biasanya disebabkan karena hal-hal berikut;  piston macet karena kotor , bearing  aus, batang penghubung bengkok, valve  macet, atau karena kehilangan  oli refrigerant.  Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kompresor macet bisa dicoba langkah-langkah berikut ini:
  1. Memasang kapasitor  tambahan untuk membuat putaran motor terbalik.  Pasangkan sebuah kapasitor pada rangkaian listrik seperti ditunjukkan pada gambar di bawah, lalu alirkan sumber tenaga listrik hanya untuk 1 atau 2 detik saja bila berhasil terputar kemudian buka kapasitor tambahan tersebut dan kembalikan rangkaian listik seperti aslinya, coba berikan power untuk menjalankan kompresor, jika sampai 4 kali dicoba tidak berhasil maka hentikan usaha ini, mengganti kompresor menjadi pilihan pemecahan masalah. 
  2. Cara kedua yaitu dengan memberikan tenaga listrik yang tegangan nya lebih besar daripada tegangan yang tertera pada spesifikasi kompresor, misalnya untuk kompresor dengan tegangan normal yang dibutuhkan 220Volt salurkan tegangan 450V hanya untuk beberapa detik saja. Karena kalau kelamaan dapat merusak kumparan motor, cara ini `bisa membantu mengatasi kompresor yang macet tetapi jika tidak berhasil maka kompresor harus diganti.
  3. Cara ketiga yaitu dengan memberi tosri lebih terhadap motor, caranya dengan memasang kapasitor dengan nilai 100 microfarad lebih antara pin S dan pin C , lakukan juga hal ini hanya untuk hitungan detik, karena jika kelamaan bisa mengakibatkan motor rusak, jika cara ini juga tidak berhasil mengatasi masalah  maka disarankan untuk mengganti kompresor. Lihat gambar dibawah yang menunjukkan rangkaian sumber listrik ke kulkas yang di beri tambahan kapasitor.
Selain penyakit yang diakibatkan oleh adanya komponen macet, adalagi penyakit yang dapat menyebabkan daya tekan kompresor melemah, yaitu terjadinya erosi pada dinding silinder , phenomena ini yang dapat menyebabkan daya  hisap dan daya tekan kompresor berkurang, inilah yang disebut sillinder over size, untuk penyakit ini biasanya diatasi dengan cara , menambal dinding silinder lalu dilapping agar ukurannya kembali normal lagi.
Adapun penyakit yang diakibatkan oleh valve yaitu karena melemahnya daya tutup valve sehingga masih ada celah udara lolos, hal ini dapat mengakibatkan daya hisap dan daya tekan kompresor berkurang, cara mengatasinya tentu saja dengan mengganti valve-valve tersebut.
Berikut ini adalah cara untuk memeriksa daya hisap dan daya tekan kompresor, cara ini sangat efektif untuk mencari tahu apakah kompresor benar benar perlu di belah untuk diperbaiki atau kerusakan kulkas dikarenakan adanya kerusakan lain.

Buka kompresor dari jaringan Freon kulkas. Pasang vakum pressure gauge pada saluran masuk freon dan pasang pressure gauge pada saluran keluar.  Hidupkan kompresor, amati tekanan pada vakum gauge dan tekanan pada pressure gauge, misalnya tekanan pada sisi suction menunjukkan 25inchHg (vacuum) dan pada sisi discharge menunjukkan 130 PSI. Matikan kompresor, jika tekanan bisa bertahan lebih dari 15 menit tandanya tidak ada kebocoran pada inlet  valve.






Mengenal kompressor dan komponen jaringan freon pada kulkas 4.5 5 Mustika Nata Tunggal Kompresor yang dipakai pada mesin pendingin seperti kulkas, showcase, freezer adalah kompresor jenis reciprocating, adapun karena pemasang...